APA ITU SOCIAL MEDIA?
Social Media atau yang
biasa disingkat dengan SocMed merupakan istilah yang sangat luas, terkait erat
dengan luasnya alat komunikasi daring. Alat-alat yang beragam ini memiliki
suatu denominator (penyebut) yang umum dengan informasi terbagi dalam dua cara
interaksi.
Sementara
situs tradisional hanya menyediakan informasi, situs social media memberikan informasi, sekaligus
mengajak pengunjungnya untuk meninggalkan komentar, memberikan suara pada suatu
jajak pendapat, atau membagikan isi dengan pengguna yang lain.
Banyak dari
konten di situs social media didasari
pada partisipasi pengguna dan ada juga isi yang dibuat oleh pengguna. Dengan
memberi komentar, memberikan suara, berbagi, memberikan rasa “suka”, dan
sebagainya, pengguna berkontribusi dan berpartisipasi pada komunitas daring.
Mereka terhubung dengan pengguna yang lain dan membangun hubungan.
Kata social media menjadi populer ketika Facebook dan
Twitter mulai dikenal oleh kalangan pengguna Internet, hal ini yang kemudian
membuat social media dan Internet menjadi tidak terpisahkan. Tidak heran, jika mendengar
kata social media maka pikiran orang orang tentu
akan langsung tertuju pada Internet seperti Facebook, Twitter, Blogging dan semua fasilitas fasilitas internet lainnya yang
menjembatani hubungan dan interaksi antar manusia.
Di Indonesia sendiri, kegiatan ber-social media sebenarnya telah ada sejak lama dengan bermunculannya berbagai macam forum diskusi
berbasis web seperti KasKus misalnya, hanya saja demam social media mulai terasa ketika sebuah situs pertemanan bernama Friendster mulai naik daun (sekitar tahun 2004) saat
itu banyak orang mulai merasa sangat penting untuk menampilkan sosok dirinya
untuk dikenal orang lain.
Wabah
social media semakin
menjadi jadi ketika facebook mulai
dikenal oleh masyarakat dunia, facebook seolah menjadi wajib hukumnya bagi seseorang yang berkelana di
Internet tidak memandang umur tua dan muda, profesi pekerjaan dan lain lain, seolah
merasa kurang lengkap jika bisa mengakses Internet tapi tidak memiliki akun
facebook. Akses facebook pun semakin
mudah karena didukung dengan perkembangan teknologi dan kemudahan akses
Internet, karena sekarang tidak perlu lagi sebuah
personal komputer untuk mengakses facebook perkembangan teknologi mobile device
yang bernama Handphone seseorang telah bisa bertemu dan berdiskusi dengan orang
lain, bertemu dengan teman teman baru dan juga teman teman lama yang telah lama
berpisah.
TIPE-TIPE SOCIAL MEDIA
Untuk lebih
memahami lingkup social media, berikut
tipe atau kategori paling umum dari social media:
- Social bookmarking. Kontributor berinteraksi dengan menandai situs dan mencari situs yang ditandai oleh orang lain. Contoh umumnya adalah Del.icio.us dan Blinklist.
- Social news. Pengunjung berinteraksi dengan memberikan suaranya pada artikel dan memberinya komentar. Contohnya antara lain Digg dan Reddit.
- Social networking. Para pengguna berinteraksi dengan menambah teman, memberikan komentar pada suatu profil, bergabung dengan kelompok yang memiliki minat khusus dan menciptakan diskusi. Contoh umumnya adalah Facebook.
- Social photo and video sharing. Individu berinteraksi dengan berbagi foto atau video dan saling memberikan komentar. Contoh umumnya adalah Youtube, Instagram, dan Pinterest.
Banyak
pebisnis menggunakan media sosial sebagai suatu cara baru untuk mencapai
konsumen secara langsung. Dibandingkan menggunakan media tradisional seperti
iklan televisi dan radio, pemasaran melalui media sosial lebih bersifat
langsung dan dianggap sebagai metode pemasaran yang dapat dikuasai langsung,
terutama untuk memprovokasi komentar dari para konsumen.
Saat ini
perkembangan organisasi informasi semisalnya kita sebut situs jejaring sosial, yang
kini banyak sekali pengguna yang bergabung di dalamnya. Situs jejaring sosial
merupakan suatu cakupan dari sistem software yang memungkinkan pengguna dapat
berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna yang lain dalam skala yang besar.
Lalu apa contoh-contoh situs jejaring social tersebut? Banyak sekali
contoh-contohnya dan mungkin saja kalian sangat familiar dan ikut bergabung
dalam organisasi jejaring social tersebut, seperti:
Facebook
adalah sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada
Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook. Pada Januari 2011, jejaring
social yang didirikan oleh Mark Zuckerberg dan kawan-kawannya ini memiliki
lebih dari 600 juta pengguna aktif. Pengguna dapat membuat profil
pribadi, menambahkan pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan, termasuk
pemberitahuan otomatis ketika mereka memperbarui profilnya. Selain itu,
pengguna dapat bergabung dengan grup pengguna yang memiliki tujuan tertentu.
Twitter
adalah suatu situs web layanan jaringan sosial dan mikroblog yang memberikan
fasilitas bagi pengguna untuk mengirimkan pembaharuan berupa tulisan teks dengan
panjang maksimum 140 karakter melalui SMS, pengirim pesan instan, surat
elektronik, atau aplikasi seperti Twitterrific dan Twitbin. Twitter didirikan
pada Maret 2006 oleh perusahaan rintisan Obvious Corp.
Friendster
adalah sebuah situs permainan sosial yang berfokus pada permainan dan musik
yang berpusat di Mountain View, California. Friendster sebelumnya dikenal
sebagai situs jejaring sosial. Sebelum dirancang ulang, layanan ini
memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan anggota lain, serta berbagi konten
dan media daring dengan anggota tersebut.
MySpace
adalah situs jaringan sosial populer yang menawarkan jaringan antar teman,
profil pribadi, blog, grup, foto, musik dan video untuk remaja dan dewasa di
seluruh dunia. Markas situs ini terletak di Beverly Hills, California, Amerika
Serikat. Tetapi pada tahun 2005, News Corp membeli MySpace dengan harga 580
juta dollar AS dan MySpace resmi berpindah tangan menjadi milik News
Corporation.
Hi5 adalah
salah satu situs jejaring sosial. Situs ini pada tahun 2008 termasuk salah satu
dari 20 situs jejaring sosial yang paling sering dikunjungi oleh pengguna
internet di seluruh dunia (sebagian besar orang yang mengunjungi Hi5 terinstall
toolbar Alexa dalam browser mereka. Pendiri Hi5 sendiri yakni Ramu Yalamanchi
pada tahun 2003 yang juga menjabat sebagai CEO. Pada bulan Januari 2009, Hi5
mengklaim dirinya memiliki lebih dari 60 juta anggota atau member aktif.
FUPEI adalah
kependekan dari Friends Uniting Program Especially Indonesian adalah sebuah
situs jaringan sosial yang berdiri pada bulan Mei 2004 menyediakan ruang gerak
untuk kegiatan pertemanan bagi penggunanya secara interaktif. Berawal dari
booming situs-situs jaringan sosial seperti friendster pada tahun 2004, FUPEI
yang turut ikut memberikan sebuah ruang untuk pengguna internet di Indonesia
merupakan sebuah bentuk user-generated-content yang mencakup foto, musik,
video, dan lain-lain.
Koprol.
Ternyata Yahoo! memiliki dua situs jejaring sosial yakni Meme dan satu lagi
Koprol. Koprol merupakan salah satu jejaring sosial made in Indonesia. Koprol
tergolong unik karena jika anda check-in (log-in) dengan ponsel, ponsel anda
dapat berfungsi sebagai GPS tanpa adanya aplikasi GPS di ponsel tersebut.
Setelah anda log-in anda dapat melihat user lain yang sedang ada di lokasi yang
sama (kota yang sama).
Instagram adalah
aplikasi gratis untuk berbagi foto yang memungkinkan pengguna untuk mengambil
foto, menerapkan digital penyaringan untuk itu, dan kemudian berbagi pada
berbagai layanan jaringan sosial, termasuk sendiri Instagram itu. Sebuah fitur
batas foto ke dalam bentuk persegi yang khas, biasanya lebih digunakan
oleh perangkat mobile kamera. Instagram awalnya didukung pada iPhone, iPad, dan iPod Touch,
pada bulan April 2012, perusahaan menambahkan dukungan untuk Android 2.2
(Froyo) atau lebih tinggi. Hal ini didistribusikan melalui iTunes App Store dan Google Play. Pengembangan Instagram dimulai di San Francisco oleh Burbn
Inc. yang digawangi Kevin Systrom dan Mike Krieger. Saat itu, keduanya memang
tengah fokus pada dunia fotografi mobile. Barulah pada 6 Oktober 2010 mereka
memutuskan untuk merilis produknya ke Apple App Store. Meskipun merupakan aplikasi baru, pengguna Instagram telah
mencapai 1 juta orang pada Desember 2010. Awal Januari 2011 Instagram menambahkan
Hashtags untuk lebih memudahkan pengguna menemukan foto yang mereka cari.
Sebulan berselang, Instagram mengumumkan kemajuan finansial sebesar US$ 7 juta
berkat dukungan para investor. Kesepakatan tersebut membuat nilai jual
Instagram melonjak ke angka US$ 25 juta.
DAMPAK DARI SOCIAL MEDIA
Mengapa
banyak sekali pengguna yang bergabung dalam organisasi /
kumpulan-kumpulan jejaring social tersebut? Sudah dapat dipastikan situs
jejaring social ini memiliki dampak dositif dan negatif bagi penggunanya itu
sendiri. Pemanfaatan internet akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang
sangat pesat. Media Internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi
semata, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri,
pendidikan, dan pergaulan social. Khusus mengenai jejaring social melalui media
internet pertumbuhannya sangat mencenangkan. Berikut dampak positif dan negatif yang
diakibatkan oleh jejaring sosial:
Dampak
Positif:
1. Sebagai
media penyebaran informasi
Informasi
yang up to date sangat mudah menyebar melalui situs jejaring sosial. Hanya
dalam tempo beberapa menit setelah kejadian, kita telah bisa menikmati
informasi tersebut. Ini sangatlah bermanfaat bagi kita sebagai manusia yang
hidup di era digital seperti sekarang ini. Cakrawala dunia serasa berada dalam
sentuhan jari kita.
2. Sebagai
sarana untuk mengembangkan keterampilan dan sosial
Mengasah
keterampilan teknis dan sosial merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi agar
bisa bertahan hidup dan berada dalam neraca persaingan diera modern seperti
sekarang ini. Hal ini sangatlah penting, tidak ada batasan usia, semua orang
butuh untuk berkembang.
3.
Memperluas jaringan pertemanan
Dengan
menggunakan jejaring sosial, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, bahkan
dengan orang yang belum kita kenal sekalipun dari berbagai penjuru dunia.
Kelebihan ini bisa kita manfaatkan untuk menambah wawasan, bertukar pikiran,
saling mengenal budaya dan ciri khas daerah masing-masing, dll. Hal ini dapat
pula mengasah kemampuan berbahasa seseorang. Misalnya, belajar bahasa inggris
dengan memanfaatkan fasilitas call atau video call yang disediakan di situs
jejaring sosial.
Dampak Negatif:
1. Kecanduan
situs jejaring sosial seperti Facebook atau MySpace juga bisa membahayakan
kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya
pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons
kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental.
2. Seseorang
yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan jarang berolahraga sehingga
kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah, bahkan
obesitas.
3. Kerusakan
fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad
ponsel selama berjam-jam setiap hari, seseorang dapat mengalami cedera tekanan
yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi,
pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer.
4. Media
elektronik, seperti komputer, laptop, atau handphone (ponsel) juga
menghancurkan secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa
muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh. Maksudnya
adalah seseorang akan mengalami pengurangan interaksi dengan sesama mereka
dalam jumlah menit per hari-nya menyebabkan jumlah orang yang tidak dapat
diajak berdiskusi mengenai masalah penting, menjadi semakin meningkat setiap
harinya.
5. Kejahatan
dunia maya (cyber crime). Seiring
berkembangnya teknologi, berkembang pula kejahatan. Di dunia
internet, kejahatan dikenal dengan nama cyber crime. Kejahatan dunia maya
sangatlah beragam. Diantaranya, carding, hacking, cracking, phising, dan
spamming.
Semenjak
situs jejaring sosial seperti yang disebutkan diatas sangat menyedot perhatian
publik. Sebagian besar menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengunjungi situs
tersebut. Oleh karena itu diperlukan cara untuk mengatasi kecanduan jaringan
sosial ini seperti dengan membatasi waktu penggunaan internet, terutama situs
jaringan sosial. Kita juga perlu belajar menggunakan jaringan internet secara
bijak sehingga kita tidak menjadi orang yang mencandu akan jejaring sosial.
Sebaiknya para pengguna situs jejaring sosial ini tidak harus berhenti total
untuk tidak menikmati situs tersebut, namun lebih bijak kalau secara perlahan
untuk menguranginya yaitu dengan mengurangi jam bermain Facebook, Twitter, dll.
SOCIAL MEDIA OPTIMIZATION
Social Media Optimization
didefinisikan sebagai sebuah proses untuk mencapai tujuan Marketing Communication dan Branding
melalui situs-situs jejaring
sosial. Adalah satu proses optimisasi penggunaan situs, sehingga
situs
tersebut dengan mudah terhubung atau terintegrasi dengan komunitas online.
Fokus utama optimisasi jejaring sosial adalah men-drive trafik dari sumber
sebuah search engine. Jejaring sosial bisa banyak bentuk, termasuk forum di internet, situs-situs khusus jejaring sosial, blog, dan sebagainya. Aspek terpenting disini adalah web
marketing dimana hal ini akan membantu dalam membangun identitas dan strategi komunikasi berbasis internet.
Mungkin saat ini anda banyak mendengar
tentang social media
marketing, dari bahasanya mungkin untuk sebagian orang
cukup jelas,
ada kata-kata
marketingnya. Social media marketing ini merupakan sebuah cara baru dalam memasarkan produk / jasa melalui jejaring sosial. Metode
pemasaran ini memang sangat mudah, siapapun bisa melakukannya. Namun, karena social media marketing
ini masih tergolong baru, maka perlu melakukan banyak inovasi agar metode ini semakin efektif.
Bicara soal marketing, pasti ada target
market dan tujuannya, jadi disarankan sebaik mungkin melakukan langkah menggunakan social media
marketing ini, hingga mengakibatkan salah sasaran gitu. Perlu juga sedikit belajar
tentang karakter para pengguna jejaring
sosial,
supaya cukup mengerti bagaimana cara memikat mereka untuk tertarik kepada apa yang ditawarkan.
KESIMPULAN
Social media atau jejaring social merupakan sudah
bukan hal yang baru di zaman sekarang ini, adanya jejaring social sangat
memudahkan untuk berinteraksi dengan orang-orang yang kita kenal atau bahkan
orang-orang yang menjadi calon client kita. Didukung dengan kecanggihan
teknologi saat ini, jejaring social semakin banyak digunakan masyarakat
khususnya di Indonesia. Namun, penggunan jejaring sosial akan menjadi sebuah
manfaat apabila kita menggunakannya dengan tepat dan bijak, setiap jejaring
sosial pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, maka dari itu,
kita sebagai konsumen internet harus pandai untuk mengelola dan menggunakan
jejaring sosial agar memiliki manfaat.
REFERENSI